This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 08 Maret 2011

Tulisan Umum


MENOLONG DENGAN OTAK DAN HATI

            Menolong orang yang membutuhkan pertolongan adalah perbuatan yang sangat baik. Banyak orang yang suka melakukannya. Namun,dari segi motif dapat dibedakan antara orang yang “menolong dengan Otak atau brain” dan “menolong dengan Hati atau heart”. Orang yang menolong dengan Otak memperhitungkan segala sesuatunya dengan teliti. Risiko yang mugkin dihadapinya (sebisanya menolong dengan atau tanpa rsiko terkecil), manfaat dan keuntungan yang akn diperolehnya ( misalnya dicantumkan dalam curriculum vitae, dan sebagainnya). Tipe ini membutuhkan dukungan media massa, atau dengan teknik “mulutgram” (mouth to mouth communication) baik sesegeranya maupun sewaktu-waktu sesuai kebutuhannya.
            Sementara, orang yang menolong dengan Hati melakukannya “ tanpa berfikir“. Hatinya tergerak untuk membantu dan ia langsung mengeksekusi bisikan nuraninya. Ia tidak peduli risiko apapun yang mugkin dihadapinya, tidak melakukan perhitungan apa-apa (namanya juga tanpa mikir, ya kan?). setelah menolong atau berbuat baik pada orang, segera ia lupakan.

Tulisan Umum


BUTET, UMBU, SITI, DAN TOAR

Suatu malam Butet bermimpi menjalankan bisnis mobil dengan sebuah perusahaan Asing. Ia diundang dalam sebuah pertemuan dimana ia di perkenalkan dengan seorang tamu yang mirip orang Cina atau Jepang. Dalam mimpinya, ia menandatangani sebuah lembaran kertas yang disodorkan oleh kenalan barunya itu. Butet yakin bahwa mimpinya itu bertanda berkah bagi bisnisnya. Hamper lima bulan setelah mimpinya yang sudah hamper dilupakannya, ia menerima telepon dari seorang rekan yang ingin bertamu ke kantornya. Dia juga menduga kalau ternyata temannya dating bersama tuan Yamato, yang kemudia menjadi rekan bisnisnya. Pengalaman demikian sering di alaminya. Oleh Karena itu, ia selalu mempercayai mimpi, feeling, dan sensitivitasnya.
Lain halnya dengan Umbu. Sejak awal umbu telah memperhitungkan bisnis baru yang ditawarkan oleh teman-temannya untuk dikerjakan bersama itu akan gagal. Berdasarkan pengalamannya, bisnis yang mulai dengan semata-mata mengandalkan back up pejabat tidak memiliki akar yang sehat. Benar saja. Belum genap enam bulan perkiraan Umbu terbukti. Rekan-rekan bisnisnya hanya mengandalkan pengaruh relasi mereka di  birokrasi dan tidak membuat rencana menyeluruh serta pengembangan yang kontinu: pernahkah anda memperkirakan dengan masak-masak namun ternyata meleset? Atau sebaliknya, perkiraan ada sangat jitu? Hm…, itulah kehebatan “akal sehat” atau pikiran sadar anda.
Siti sedang menjemput anaknya joko di sekolah ketka peristiwa itu terjadi. Memang ia hanya melihat ulah seorang anak sekolah menengah yang mengenaskan ketika diusir secara kejam lantaran ia tidak dapat membayar uang sekolahnya.
Namun hati Siti sangat tersentuh tanpa diketahui penyebabnya. Air matanya mengalir tak henti-hentinya. Malamnya ia tida bisa tidur lantaran trus memikirkan anak itu. Ia menceritakan kepada Ahmad, suaminya, dan besoknya mereka pergi menemui anak itu dan menebus semua utang biaya sekolahnya. Ia begitu bahagia.
Toar adalah orang yang kadang dianggap tidak pernah berfikir. Apapun yang dilihatnya dan dianggap belum beres langsung dibereskannya. Sepeti piring kotor, memperbaiki kompor rusak, memperbaiki jaringan listrik, pergi belanja, membersihkan halaman belakang rumah, apa saja. Ia juga dapat meniru orang dalam melakukan apa saja. Sekali saja melihatnya, ia langsung dapat melakukannya. Hm…, hebat juga,ya? Apa saja yang dilihatnya “kurang beres”, tanpa banyak pikir langsung dibereskan. Atau apapun yang dilihatnya dilakukan oleh orang lain da dianggapnya baik, lansung saja dia menirunya dan melakukannya dengan baik pula.

Senin, 21 Februari 2011

Tulisan Umum


KETIKA RAJAWALI MENJADI AYAM

Suatu hari seorang petani pulang dari ladangnya menemukan sebutir telur burung rajawali di semak-semak . Dia memungut telur tersebut dan membawanya pulang kerumah, kemudian meletakkannya bersama dengan telur-telur ayam yang sedang dierami oleh induknya. Tibalah waktunya telur itu menetas bersama telur ayam yang lain, dan anak burung itupun tumbuh bersama “saudara-saudarinya anak-anak ayam” yang diasuh oleh induk ayam tersebut.
Selama hidupnya burung rajawali itu bertingkah laku sama seperti ayam, dan menganggap dirinya ayam peliharaan. Sebagaimana kebiasaan ayam , malam naik pohon dan pagi turun mencari makan dengan mengais-gais di semak-semak dan tanah untuk mencari biji-bijian, cacing, dan serangga. Dia juga berkotek dan berkokok, mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang beberapa puluh meter jauhnya.
Suatu hari ketika bermain bersama teman-temannya, ia melihat seekor burung yang sangat gagah terbang di angkasa yang tak berawan. Burung itu melayang dengan anggun dan berwibawa. Dalam embunan angin yang kuat dia hanya membentangkan sayapnya dengan tenang, dan hamper tak pernah kelihatan menggerakkannya.
Anak rajawali itu terpesona memandang keatas : “makhluk apakah itu, kok kelihatan perkasa sekali?” tanyanya.
“ Itu adalah burung rajawali, raja segala burung, “kata teman yang ada didekatnya. “Dia raja udara, penghuni langit, dan kita hanyalah ayam biasa, penghuni bumi.”
Lalu anak burung itupun kembali bermain,mengais-gais mencari makan , dan seterusnya menjalani hidupnya seperti ayam-ayam lainnya: malam naik pohon pagi turun, dan kembali ke rutinitasnya mengais mencari makan , terbang paling hanya beberapa puluh meter. Anak rajawali yang mengira dirinya ayam itu pun hidup terus dan akhirnya mati sebagai ayam biasa karena begitulah dia mengenal dirinya.   

Rangkuman BAB 1

RANGKUMAN BAB 1

1. Tinjauan tentang ilmu budaya dasar
A. Pendahuluan
Mata kuliah ilmu budaya dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam yang di hadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Hal ini perlu karena di rasakan kekurangan pada system pendidikan kita.
Disinilah diharapkan kegunaan mata kuliah ini, agar luusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Dengan memiliki suatu bekal yang sama ini diharapkan agar para akademisi dapat lebih lancar berkomunikasi.
Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa di harapkan memperlihatkan :
1. Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi di sekitarnya dan diluar lingkungannya.
2. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
Latar belakang IBD dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya.
2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus-menerus dampak positif dan negative berupa tejadinya pergeseran dan perubahan system nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya.

B. Ilmu budaya dasar sebagai bagian dari mata kuliah
Ilmu budaya dasar merupakan salah satu komponen dari jumlah mata kuliah dasar umum (MKDU) yang merupakn mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi.
Sacara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga Negara sarjana yang berkualitas sebagai berikut:
1. Taqwa kepada tuhan yang maha esa,bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agama.
2. Memiliki wawasan komprehensifdan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik social,ekonomi, politik dan kebudayaan.

C. Pengertian ilmu budaya dasar
Secara sederhana ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan di kelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu:
1. Ilmu-ilmu alamiah (natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat di alam semesta.
2. Ilmu-ilmu sosial (social science)
Ilmu-ilmu social bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia.
3. Pegetahuan budaya (the humanities)
Pegetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.

D. Tujuan ilmu budaya dasar
Penyajian ilmu mata kuliah dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan penertian umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut ilmu budaya dasar diharapkan dapat:
1. Member kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan merekatentang masalah kemanusian dan budaya.
2. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka mampu berdialog satu sama lain.

E. Ruang lingkup ilmu budaya dasar
Bertitk tolak dari kerangka tujuan yang telah di tentukan di atas, dua masalah pokok bisa di pakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ilmu budaya dasar, kedu pokok itu adalah:
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusian dan budaya yang dapat di dekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities).
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jama dan tempat.
Pokok bahasa yang akan di kembangkan adalah:
- Manusia dan cinta kasih
- Manusia dan keindahan
- Manusia dan penderitaan
- Manusia dan keadilan
- Manusia dan pandangan hidup
- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
- Manusia dan Kegelisahan
- Manusia dan harapan
Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya: terdapat dalam karya sastra,tarian,music,filsafat,lukisan,patung dan sebagainnya.
Ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra,ilmu tari,ilmu filsafat dan lain ilmu yang terdapat dalam ilmu pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya yang mendekatimasalah-masalah kemanusiaan dan budaya.

Sabtu, 19 Februari 2011

ilmu budaya dasar dengan hubungan Mata Kuliah

Nama : Jaenal
Npm : 13110696
Kelas : 1 KA31

Pengaruh Kebudayaan Barat Terhadap Kebudayaan Indonesia

Apa itu kebudayaan barat? Apa pengaruhnya terhadap kebudayaan Indonesia? Ini akan menjadi topic yang menarik untuk di bicarakan khususnya kalangan muda-mudi sebagai generasi penerus bangsa seperti pelajar dan mahasiswa. Kita akan mencari tahu tentang jawaban dari judul di atas.

Apa itu kebudayaan barat. Selama ini jika kita mendengar, melihat, atau membaca tentang sesuatu yang kebarat-baratan, pasti kita cenderung berpikir bahwa kebudayaan barat adalah kebudayaan yang terdapat di negara sejenis Amerika, Eropa, atau lebih tepat lagi bangsa Aria atau Arya. Pertanyaan dasar saya kemukakan, mana barat dan timur jika dilihat dari Negara Eropa atau Amerika? Yak tepat sekali barat darinya adalah Asia dan timurnya adalah Afrika dan Asia Tengah. Tetapi jika dipandang dari sudut Asia, sebelah barat adalah Eropa, dan timur adalah Amerika. Lalu bagaimana ini!? ( Prinsip yang harus dipertahankan adalah bahwa Alam semesta tidak pernah memiliki konsep arah barat, timur, utara, dan selatan.

Nah, dengan ini apabila ada pertanyaan atau pernyataan berkaitan dengan kebudayaan barat, haruslah orang bertanya dahulu “barat mana yang anda maksud?”. Menurut Saya sebenarnya tahu apa itu konsep tentang kebudayaan barat di mata umum, kebudayaan barat identik kita sebut sebagai Negara-negara eropa ataupun Negara maju sekalipun tapi kita tak pernah tau Negara apa saja yang termasuk budaya barat. Nah maka dari itu akan lebih mudah jika kita langsung menyebut Negara atau Apa yang budaya apa yang mempengaruhi sesuatu. Misalnya, wah saya terkena pengaruh kebudayaan Amerika. Jelas kan? Kebudayaan yang dimaksud adalah Kebudayaan Amerika. Sebenarnya sih, orang lebih suka menyebut kebudayaan barat atau western culture atau westernisme dan orang pun mengerti maksudnya, tetapi sebagai orang yang berkecimpung dalam bidang akademis saya wajib memberitahukan dan mengemukakan informasi ini untuk dapat ikut serta dalam melestarikan kebudayaan Indonesia .

Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya.

1. Kekuatan

• Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapatdijadikan sebagai ke aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.
• Kekhasan budaya Indonesia
Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian khas suat daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia memiliki cirri khas yang unik.
• Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Indonesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.

2. Kelemahan

• Kurangnya kesadaran masyarakat
Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan cirri khas dari budaya tersebut.
• Minimnya komunikasi budaya
Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.
• Kurangnya pembelajaran budaya
Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman.

kutipan :
http://aprillins.com/2009/481/pengaruh-kebudayaan-barat-terhadap-kebudayaan-indonesia/
http://rendhi.wordpress.com/makalah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaan-daerah/
http://www.pikiran-rakyat.com/node/114370

ilmu budaya dasar dengan hubungan Mata Kuliah

Nama : Jaenal
Npm : 13110696
Kelas : 1 KA3 1

Mahasiswa Berperan Penting dalam Mengembangkan Kebudayaan Indonesia

Perubahan dirasakan oleh hampir semua manusia dalam masyarakat. Perubahan dalam masyarakat tersebut wajar, mengingat manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Kalian akan dapat melihat perubahan itu setelah membandingkan keadaan pada beberapa waktu lalu dengan keadaan sekarang. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan.

Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial.

Fenomena perubahan sosial budaya yang terjadi sangat tergantung dari kemampuan masyarakat dalam mengarungi perubahan itu termasuk kesiapan dalam melakukan perubahan. Perubahan secara cepat dapat terjadi apabila ada keinginan umum untuk mendorong terjadinya perubahan itu, ada pemimpin, tujuan yaKng pasti, dan waktu yang tepat untuk melaksanakan perubahan yang cepat tersebut.

Kita sebagai seorang mahasiswa yang aktif dan kreatif tentunya tidak ingin kebudayaan kita menjadi pudar bahkan lenyap karena pengaruh dari budaya-budaya luar.Mahasiswa memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa mahasiswa merupakan anak bangsa yang menjadi penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia. Sebagai intelektual muda yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, pada mereka harus bersemayam suatu kesadaran kultural sehingga keberlanjutan negara bangsa Indonesia dapat dipertahankan. Pembentukan kesadaran kultural mahasiswa antara lain dapat dilakukan dengan pengoptimalan peran mereka dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya seperti para mahasiswa ini yang sebagai pewaris kebudayaan di masa mendatang. Padahal Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal.

Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Mahasiswa cenderung sangat berpengaruh dengan adanya budaya asing sehingga masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.
Apa dan bagaimana perubahan sosial budaya dapat terjadi? Kalau kita pikirkan sebenarnya yang selalu abadi dalam perjalanan kehidupan manusia adalah “perubahan” itu sendiri. Namun, secara garis besar, kita dapat membedakan sebab terjadinya perubahan tersebut berasal dari faktor internal dan faktor eksternal.
Perilaku masyarakat akibat perubahan sosial dapat berupa pemberontakan, aksi pastes, demonstrasi, serta data tindakan kriminal.

Pustaka

GEOGRAFI dan SOSIOLOGI - Yudhistira Ghalia Indonesia
Ghttp://requestartikel.com/contoh-perubahan-sosial-budaya-di-indonesia-201011225.html
geografi dan Sosiologi (IPS Terpadu) SMP kls 9 - Ganeca Exact
http://staff.undip.ac.id/sastra/dhanang/2009/07/23/peningkatan-kualitas-pembelajaran-sejarah-dan/

Minggu, 09 Januari 2011

Agama dan Masyarakat

Agama dalam Masyarakat Multikultur Indonesia
agama dan masyarakat

Keberagaman adalah ciri khas Indonesia. Indonesia, bukanlah bangunan negara yang tunggal. Dia terdiri dari beragam suku, agama, ras dan golongan. Sehingga, sejatinya Indonesia adalah negara multikultur.

Namun keberagaman yang mestinya dirayakan dengan penuh rasa syukur ini, dalam sejarah perjalanan berbangsa, kerap menjadi persoalan. Perjumpaan antara yang berbeda, sering terjadi tidak secara akrab. Saling curiga yang berbuntut pada permusuhan dan konflik sering tak bisa dihindari.

Maka, Indonesia butuh etika bersama dalam memaknai keberagaman tersebut. Sebuah sikap dan pemikiran yang memberi tempat bagi kehadiran ”the other” dalam pergaulan publik, perlu dikembangkan. Ini bukan langkah mudah. Sebab, agama-agama atau apapun yang saling berbeda itu akan berhadapan dengan tuntutan menjaga ”kemurnian” ajaran dan keyakinannya. Meski pada hal mendasarnya, karena tuntutan itulah sehingga sikap eksklusif yang tidak menerima kehadiran ”the other” menjadi pilihan dari antara yang berbeda itu.

Belakangan muncul sebuah paradigma yang disebut dengan ”multikulturalisme”. Sebelumnya, paradigma ”pluralisme” telah banyak dibicarakan maupun diusahakan dalam merespon semakin majemuknya dunia. Multikulturalisme memang baru dalam wacana dan diskursus pemikiran. Baru sekitar tahun 1970-an gerakan multikultural ini muncul. Pada masa awalnya ini, gerakan yang memberi apresiasi terhadap keberagaman, muncul di Kanada dan Australia, kemudian di Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan menyebar di beberapa negara yang khas dengan pluralitas. Multikulturalisme sendiri dipahami sebagai sikap yang menerima dan menghargai eksistensi ”the others”, sebagai bagian dari keberagaman, dengan tidak mempersoalkan perbedaan budaya, etnik, jender, bahasa, ataupun agama.

Ada pertanyaan, apakah multikulturalisme bertentangan dengan agama? Penulis artikel ini, Nurul Huda Maarif, memang menganggap pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Sebab, menurut dia, masih ada kecenderungan memahami multikulturalisme sebagai sesuatu yang bukan berasal dari dalam agama, sehingga harus ditolak. Sehingga, mencari titik temu antara konsep multikulturalisme dengan agama, adalah sesuatu yang sedikit sulit dilakukan, tapi bukan mustahil.

Sehingga, tidak berarti kesulitan itu kemudian membuntukan usaha mempertemukan antara agama dengan konsep multikulturalisme. Mengutip pendapat Mun’im A Sirry, Nurul Huda Maarif menemukan adanya dua pendekatan yang bisa dilakukan untuk mempertemukan keduanya. Pendekatan pertama adalah dengan cara melakukan interpretasi ulang terhadap ajaran atau doktrin-doktrin keagamaan ortodoks yang pada beberapa hal telah dijadikan oleh agama-agama tersebut sebagai alasan untuk bersikap eksklusif. Ini sebagai usaha untuk membuka cakrawala agama sehingga bisa beradaptasi dengan kenyataan keragaman kultur. Pendekatan kedua, bahwa agama perlu membuka diri pada gagasan-gagasan yang modern. Perlu ada modernisasi dalam agama dan hal beragama.

Barangkali akan muncul pertanyaan, mengapa harus multikulturalisme? Beberapa pendapat yang dikutip oleh Nurul Huda Maarif menunjukkan bahwa multikulturalisme memiliki visi yang mencerahkan dalam memberi petunjuk untuk memaknai agama secara benar dalam konteks masyarakat yang multikultul seperti Indonesia. Bahwa, multikulturalisme pada prinsipnya membuka ruang dalam sikap yang terbuka dengan penuh semangat persamaan bagi yang saling berbeda suku, ras, agama, golongan dan ideologi untuk hidup bersama dalam suatu arak-arakan kehidupan. Multikulturalisme juga menuntut adanya sikap keterbukaan untuk memaknai secara benar keyakinan yang dianut - tanpa harus dibenturkan dengan yang lain – dalam sebuah masyarakat yang multikultur. Visi multikulturalisme adalah terciptanya masyarakat yang multikultur dalam sebuah persamaan hak, berkeadilan, sejahtera dan damai.

Masyarakat Indonesia sebenarnya sejak jauh-jauh hari telah memaknai semangat menerima dan menghargai perbedaan, ketika bangunan negara ini memang berpondasikan keberagaman. Bhineka Tunggal Ika, mestinya dimaknai lebih dari sekedar wacana, sebab inilah konsep multikulturalisme Indoensia yang lahir bersama kelahiran republik ini. Jika semangat multikulturalisme itu diruntuhkan dengan semangat monokulturalisme, maka hancurlah bangunan Indonesia.